dengan mengikuti tuntunan rasul manusia akan
Jika kamu mendengar seruan muadzdzin, hendaklah kamu mengucapkan bacaan seperti yang diserukan muadzdzin, kemudian membacakan shalawat atasku satu kali, niscaya Allah akan memberikan rahmat sepuluh kali lipat padanya atas bacaan shalawatnya itu, kemudian mohonlah wasilah kepada Allah untukku, karena ia merupakan suatu tempat di dalam surga yang tidak pantas ditempati kecuali oleh seorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap bahwa akulah yang kelak akan menempatinya.
Barangsiapamenentang Rasul setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang mu'min, Kami biarkan ia berkuasa terhadap kesesatan dan Kami akan masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [An-Nisa'/4:115]
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan [ikhlas] kepada-Nya dalam [menjalankan] agama yang lurus " (Al-Bayyinah [98]: 5). Kedua, ibadah yang dikerjakan tidak dibuat-buat sendiri, melainkan karena sudah dicontohkan Rasulullah SAW, sebagaimana tergambar dalam sabda beliau:
1 Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 143. Menerangkan tentang pemindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah dalam shalat, Allah tidak menjadikan kiblat yang dahulu kamu berkiblat kepadanya melainkan agar Dia mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:
MengikutiTuhan tidak hanya berdoa kepada Tuhan dan memuji Tuhan, tetapi yang terpenting adalah makan dan minum firman Tuhan sehingga hidup berdasarkan firman Tuhan, bertindak sesuai dengan kebenaran, menemukan cara mengalami hidup dalam firman Tuhan dan masih harus menerima amanat Tuhan, melakukan semua tugas dan mengikuti tuntunan Roh Kudus untuk menapaki jalan kedepan. Apalagi di titik balik ketika masalah besar datang, Anda harus mencari kehendak Tuhan, menjaga terhadap doktrin semua
Recherche Site De Rencontre 100 Pour 100 Gratuit. Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan alam semesta tidaklah dengan sia sia atau tanpa hikmah di balik penciptaan tersebut yakni penciptaan dunia menurut islam. Akan tetapi Allah memiliki maksud dan tujuan yang mulia. Allah Ta’ala berfirman “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antaranya keduanya tanpa hikmah” QS. Shaad 27Adapun hikmah dari penciptaan jin dan manusia di alam semesta ini adalah agar mereka beribadah kepada Allah dan tidak mensekutukan Nya atau melakukan amalan masuk surga tanpa dihisab. Allah Ta’ala berfirman “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah Ku”. QS. Al Dzariyat 56Inilah tujuan yang agung dari penciptaan jin dan manusia, yaitu agar mereka hanya beribadah kepada Allah agar terhindar dari jenis neraka dalam islam. Hal ini menunjukkan bahwa tidaklah Allah menciptakan mereka karena Allah butuh kepada mereka, akan tetapi justru merekalah yang membutuhkan Allah. Dan ayat ini menunjukkan pula tentang wajibnya manusia dan jin untuk mentauhidkan Allah dan barang siapa mengingkarinya maka ia termasuk orang yang kafir, yang tidak ada balasan baginya kecuali itu Ibadah?Arti Ibadah secara bahasa adalah tunduk dan menghinakan diri serta khusyu’ agar masuk jenis surga dalam islam. Di dalam kamus Al Mu’jam Al Wasith ibadah artinya ”tunduk kepada Tuhan yang menciptakan”. Imam Al Qurthuby berkata ”Asal ibadah ialah tunduk dan menghinakan diri”. Secara istilah arti ibadah adalahsebagaimana perkataan Ibnu Katsir “Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan hal hal yang diperintahkan dan menjauhi hal hal yang dilarang”. Kemudian Ibnu Taimiyah berkata “Ibadah ialah sesuatu yang mencakup semua perkara yang dicintai dan diridhoi Allah berupa perkataan atau perbuatan yang nampak atau pun tidak nampak” serta melakukan keutamaan istiqomah dalam Hukum Ibadah?Hukum asal dari ibadah adalah haram kecuali ada dalil. Maksudnya adalah semua bentuk ibadah adalah haram untuk dikerjakan kecuali kalau ada dalil dari Al Qur’an Al Karim atau Hadits Shohih yang mewajibkannya atau mensunahkannya. Seperti sholat, puasa, zakat, haji adalah haram dikerjakan pada asalnya, namun dikarenakan ada dalil yang mewajibkannya maka hukumnya menjadi wajib untuk tentang wajibnya sholat dan zakat adalah firman Allah Ta’ala “Dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat” QS. Al Baqoroh 83 Dalil tentang kewajiban puasa adalah firman Allah Ta’ala “Hai orang orang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” QS. Al Baqoroh 183 Dalil tentang kewajiban haji adalah firman Allah Ta’ala Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. QS. Ali Imran 97 Kemudian sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam “Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata dan persaksian bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul –Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa romadhon dan pergi haji”. [ HR. Bukhari dan Muslim]Syarat Diterimanya Ibadah dalam IslamIbadah seorang hamba yang muslim akan diterima dan diberi pahala oleh Allah apabila telah memenuhi syarat utama berikut ini, yaitu IKHLASIkhlas merupakan salah satu makna dari syahadat bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah I’ yaitu agar menjadikan ibadah itu murni hanya ditujukan kepada Allah semata. Allah berfirman “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada Nya dalam menjalankan agama”. [QS. Al Bayyinah 5].“Maka beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan mu untuk Nya.” [QS. Az Zumar 2] Kemudian Rasulullah r bersabda “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal perbuatan kecuali yang murni dan hanya mengharap ridho Allah”. [HR. Abu Dawud dan Nasa’i]TIDAK SYIRIKLawan daripada ikhlas adalah syirik menjadikan bagi Allah tandingan/sekutu di dalam beribadah, atau beribadah kepada Allah tetapi juga kepada selain Nya. Contohnya riya’ memperlihatkan amalan pada orang lain, sum’ah memperdengarkan suatu amalan pada orang lain, ataupun ujub berbangga diri dengan amalannya. Kesemuanya itu adalah syirik yang harus dijauhi oleh seorang hamba agar ibadahnya itu diterima oleh Allah . Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syrik kecil”, para sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, apa itu syirik kecil ? Rasulullah menjawab “Riya’”. [HR. Ahmad] Kemudian firman Allah tentang larangan syirik ialah, “Janganlah kamu mengadakan sekutu sekutu bagi Allah padahal kalian mengetahui”. [QS. Al Baqoroh 22]TAUBAT DARI DOSA DOSAOrang yang rajin beribadah kepada Allah namun dalam waktu yang bersamaan ia belum bertaubat dari perbuatan syirik dengan berbagai bentuknya, maka semua amal ibadah yang telah dikerjakannya menjadi terhapus dan ia menjadi orang yang merugi di akhirat kelak, sebagaimana firman Allah Ta’ala“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan”. [QS. Al An’aam 88] “Dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada nabi nabi yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan Tuhan, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang orang yang merugi”. [QS. Az Zumar 65]SESUAI TUNTUNAN SYARIATAl Ittiba’ Mengikuti Tuntunan Nabi Muhammad merupakan salah satu dari makna syahadat bahwa Muhammad adalah utusan Allah, yaitu agar di dalam beribadah harus sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad . Setiap ibadah yang diadakan secara baru yangtidak pernah diajarkan atau dilakukan oleh Nabi Muhammad maka ibadah itu tertolak, walaupun pelakunya tadi seorang muslim yang mukhlis niatnya ikhlas karena Allah dalam beribadah. Karena sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kita semua untuk senantiasa mengikuti tuntunan Nabi Muhammad dalam segala hal, dengan firman Nya “Dan apa apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”.[QS. Al Hasyr 7] Dan Allah Ta’ala berfirman “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu”. [QS. Al Ahzaab 21]Dan Rasulullah juga telah memperingatkan agar meninggalkan segala perkara ibadah yang tidak ada contoh atau tuntunannya dari beliau, sebagaimana sabda beliau “Barang siapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada urusannya dari kami maka amal itu tertolak”. [HR. Muslim]NIAT KARENA ALLAH“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. [QS. Al Kahfi 110] Berkata Ibnu Katsir di dalam menafsirkan ayat ini “Inilah landasan amal yang diterima dan diberi pahala oleh Allah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan benar / sesuai dengan syari’at Rasulullah .”Jadi syarat ini haruslah ada pada setiap amal ibadah yang kita kerjakan dan tidak boleh terpisahkan antara yang satu dan yang lainnya. Mengenai hal ini berkata Al Fudhoil bin Iyadh “Sesungguhnya andaikata suatu amalan itu dilakukan dengan ikhlas namun tidak benar tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad , maka amalan itu tidak diterima. Dan andaikata amalan itu dilakukan dengan benar sesuai dengan tuntunan Nabi tapi tidak ikhlas, juga tidak diterima, hingga ia melakukannya dengan ikhlas dan benar. Ikhlas semata karena Allah, dan benar apabila sesuai dengan tuntunan Nabi ”.Maka barang siapa mengerjakan suatu amal dengan didasari ikhlas karena Allah semata dan cocok dengan tuntunan Rasulullah niscaya amal itu akan diterima dan diberi pahala oleh Allah. Akan tetapi kalau hilang salah satu dari dua syarat tersebut, maka amal ibadah itu akan tertolak dan tidak diterima oleh Allah I. Hal inilah yang sering luput dari perhatian orang banyak karena hanya memperhatikan satu sisi saja dan tidak memperdulikan yang lainnya. Oleh karena itu sering kita dengar mereka mengucapkan “yang penting niatnya, kalau niatnya baik maka amalnya akan baik”.TIDAK BID’AHJika seseorang melakukan suatu ibadah kepada Allah dengan sebab yang tidak di syari’atkan, maka ibadah tersebut adalah bid’ah dan tertolak. Contohnya ada orang melakukan sholat Tahajjud khusus pada malam 27 Rajab dengan dalih bahwa malam itu adalah malam Isro Mi’rajnya Nabi Muhammad . Sholat Tahajjud adalah ibadah yang dianjurkan, tetapi karena dikaitkan dengan sebab tersebut yang tidak ada syari’atnya, maka ia menjadi bid’ DENGAN ATURANIbadah harus sesuai dengan syari’at dalam jenisnya. Contohnya bila seseorang menyembelih kuda atau ayam pada hari Iedul Adha untuk korban, maka hal ini tidak sah karena jenis yang boleh dijadikan untuk korban adalah unta, sapi dan JUMLAH YANG TEPATKalau ada orang yang menambahkan rokaat sholat yang menurutnya hal itu diperintahkan, maka sholatnya itu adalah bid’ah dan tidak diterima oleh Allah. Jadi apabila ada orang yang sholat Dhuhur 5 rokaat atau sholat Shubuh 3 rokaat dengan sengaja maka sholatnya tidak diterima oleh Allah karena tidak sesuai dengan tuntunan Nabi TATA CARA YANG BENARSeandainya ada orang berwudhu dengan membasuh kaki terlebih dulu baru kemudian muka, maka wudhunya tidak sah karena tidak sesuai dengan tata cara yang telah disyari’atkan oleh Allah dan Rasul Nya di dalam Al Qur’an Al Karim dan Al Hadits Asy WAKTU YANG DIANJURKANApabila ada orang yang menyembelih korban sebelum sholat hari raya Idul Adha atau mengeluarkan zakat Fitri sesudah sholat hari raya Idul Fitri, atau melaksanakan shalat fardhu sebelum masuk atau sesudah keluar waktunya, maka penyembelihan hewan korban dan zakat Fitrinyaserta shalatnya tidak sah karena tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh syari’at Islam, yaitu menyembelih hewan korban dimulai sesudah shalat hari raya Idul Adha hingga sebelum matahari terbenam pada tanggal 13 Dzul Hijjah hari Tasyriq ketiga, dan mengeluarkan zakat Fitri sebelum dilaksanakannya sholat Idul TEMPAT YANG TELAH DITETAPKANApabila ada orang yang menunaikan ibadah haji di tempat selain Baitulah Masjidil Haram di Mekah, atau melakukan i’tikaf di tempat selain masjid seperti di pekuburan, gua, dll, maka tidak sah haji dan i’tikafnya. Sebab tempat untuk melaksanakan ibadah haji adalah di Masjidil Haram saja, dan ibadah i’tikaf tempatnya hanya di dalam yang dapat penulis sampaikan, semoga menjadi wawasan bermanfaat, sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.
وَمَنۡ يُّشَاقِقِ الرَّسُوۡلَ مِنۡۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَـهُ الۡهُدٰى وَ يَـتَّبِعۡ غَيۡرَ سَبِيۡلِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ نُوَلِّهٖ مَا تَوَلّٰى وَنُصۡلِهٖ جَهَـنَّمَ ؕ وَسَآءَتۡ مَصِيۡرًا Wa mai yushaaqiqir Rasuula mim ba'di maa tabaiyana lahul hudaa wa tattabi' ghaira sabiilil mu'miniina nuwallihii ma tawallaa wa nuslihii Jahannama wa saaa'at masiiraa Dan barangsiapa menentang Rasul Muhammad setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali. Juz ke-5 Tafsir Pada ayat yang lalu Allah menerangkan pahala bagi orang-orang yang mengikuti tuntunan Rasulullah, sedang pada ayat ini Allah mem-beri peringatan. Dan barang siapa yang terus-menerus menentang Rasul, yaitu Nabi Muhammad, setelah jelas baginya kebenaran yang disampaikan kepadanya, bukan sebelum diketahuinya kebenaran itu, dan dilanjutkan dengan mengikuti jalan yang sesat, yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia, kelak di hari Akhirat ke dalam neraka Jahanam sebagai balasan yang setimpal atas penentangan mereka terhadap Rasulullah, dan itu seburuk-buruk tempat kembali. Seseorang yang menentang Rasulullah setelah nyata baginya kebenaran risalah yang dibawanya, serta mengikuti jalan orang yang menyimpang dari jalan kebenaran, maka Allah membiarkan mereka menempuh jalan sesat yang dipilihnya. Kemudian Dia akan memasukkan mereka ke dalam neraka, tempat kembali yang seburuk-buruknya. Ayat ini erat hubungannya dengan tindakan Tu'mah dan pengikut-pengikutnya, dan perbuatan orang-orang yang bertindak seperti yang dilakukan Tu'mah itu. Dari ayat ini dipahami bahwa Allah telah menganugerahkan kepada manusia kemauan dan kebebasan memilih. Pada ayat Al-Qur'an yang lain diterangkan pula bahwa Allah telah menganugerahkan akal, pikiran dan perasaan serta melengkapinya dengan petunjuk-petunjuk yang dibawa para rasul. Jika manusia menggunakan dengan baik semua anugerah Allah itu, pasti ia dapat mengikuti jalan yang benar. Tetapi kebanyakan manusia mementingkan dirinya sendiri, mengikuti hawa nafsunya sehingga ia tidak menggunakan akal, pikiran, perasaan, dan petunjuk-petunjuk Allah dalam menetapkan dan memilih perbuatan yang patut dikerjakannya. Karena itu ada manusia yang menantang dan memusuhi para rasul, setelah nyata bagi mereka kebenaran dan ada pula manusia yang suka mengerjakan pekerjaan jahat, sekalipun hatinya mengakui kesalahan perbuatannya itu. Allah menilai perbuatan manusia, kemudian Dia memberi balasan yang setimpal, amal baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, sedang perbuatan buruk diberi balasan yang setimpal dengan perbuatan itu. sumber Keterangan mengenai QS. An-NisaSurat An Nisaa' yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah. Dinamakan An Nisaa' karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain. Surat yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaq. Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa' dengan sebutan Surat An Nisaa' Al Kubraa surat An Nisaa' yang besar, sedang surat Ath Thalaq disebut dengan sebutan Surat An Nisaa' Ash Shughraa surat An Nisaa' yang kecil.
Lori Official Writer Kita semua butuh bimbingan. Tapi siapa yang kita ijinkan untuk memengaruhi hidup kita? Ada banyak suara aneh di dunia yang berteriak meminta perhatian dan menawarkan diri untuk membantu kita lepas dari masalah yang kita alami. Tapi, tahukah kamu suara itu bisa saja malah menyesatkan kita. Satu-satunya suara yang bisa memberi kita tuntunan adalah Allah sendiri. Tapi supaya Dia mau menuntun kita, kita perlu mendengarNya, percaya kepadaNya dan menaatiNya. Ada empat hal yang perlu kita lakukan untuk menerima tuntunan Tuhan, diantaranya1. Mengikuti instruksi TuhanWalaupun kadang instruksi Tuhan kedengaran gak masuk akal, tapi kita harus mau mengikutinya. Bisa saja Dia meminta kita untuk melakukan sesuatu yang gak masuk akal dan di luar dari kemampuan kita. Bahkan sekalipun kita merasa takut. Tapi disaat dalam kondisi itulah Dia biasanya akan membawa kita pada tujuan-Nya. Sama seperti Yosua saat Tuhan memerintahnya untuk menaklukkan tembok Yerikho hanya dengan mengitarinya sebanyak tujuh kali. Yosua sendiri pasti berpikir perintah itu aneh, tapi dia taat melakukannya. Tuhan tahu persis apa yang dilakukanNya. Dan melalui cara aneh itu sendiri, Yosua memperoleh kemenangan. Hal ini membuktikan kalau kita gak bisa membatasi caraNya bekerja atas BeraniSaat Tuhan memanggil Yosua untuk menyelesaikan tugas besarnya memimpin orang Israel, Tuhan menyuruhnya untuk tetap Kuat dan teguh’ Yosua 1 9. Hal yang sama juga berlaku atas kita hari ini. Keberanian adalah faktor yang sangat penting dalam hidup yang dituntun Tuhan. Bahkan saat kita takut menghadapi tantangan yang ada di depan mata kita, kita perlu terus mendengar Dia dan percaya kalau Tuhan sendiri setia menyertai Juga Banyak Orang Merasa Bicara Dengan Orang Tuli, Jadi Pendengar Itu Memang Sulit!3. Hadapi konflikKadang ketaatan kita bisa menimbulkan konflik dengan orang lain. Inilah yang terjadi kepada rasul Petrus dan rasul-rasul lainnya saat mereka memberitakan tentang Yesus di Yerusalem. Hal itu membuat mereka harus berhadapan dengan pengadilan. Tapi mereka memilih untuk berani menghadapinya. “Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” Kisah Para Rasul 5 29Kalau saja kita berhenti melakukan apa yang Tuhan katakan setiap kali ada orang yang keberatan, kita gak akan pernah memenuhi Mau dikoreksi dengan rendah hatiMungkin ada saat-saat dimana Tuhan mengubah jalan hidup kita. Selama perjalanan misi Paulus, Tuhan sendiri seolah mengalihkan beberapa perjalanannya. Sampai pada akhirnya dia tahu kemana Tuhan mau membawanya Kisah 16 6-10. Hal ini mengingatkan kita supaya kita jangan terpatok dengan rencana-rencana kita sendiri. Sebaliknya, menyerahkan semuanya kepada Tuhan sehingga Roh Kudus akan leluasa mengarahkan kita kepadapun Tuhan kita hidup, tugas kita adalah menaati Dia dan menyerahkan semua hal yang akan kita alami kepada Dia. Karena Dia sendiri sudah berjanji untuk membimbing kita, maka kita gak perlu takut untuk mengikuti Dia. Gak ada yang gak bisa Tuhan lakukan kalau kita mau mendengar, percaya dan menaati-Nya. Sumber Halaman 1
Edisi 1639 muslim yang mengaku mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, semestinya dia selalu berusaha untuk meneladani sunnah beliau dalam yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan mendapatkan dua keutamaan pahala sekaligus, yaitu keutamaan mengamalkan sunnah itu sendiri dan keutamaan menghidupkannya di tengah-tengah manusia yang telah ulama Ahlus sunnah adalah sebaik-baik teladan dalam semangat mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sampai dalam masalah yang semangat mengejar keutamaan dan meraih pahala dari Allah Ta’ala, tentu kita tidak membeda-bedakan antara amalan yang wajib dengan amalan yang bersifat anjuran, dan berusaha untuk mengerjakankan semua amalan yang dicintai oleh Allah Ta’ala melalui petunjuk Nabi-Nya. “Katakanlah Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah sunnah/petunjukku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” Ali Imran31 Seorang muslim yang mengaku mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, semestinya dia selalu berusaha untuk meneladani sunnah beliau dalam kehidupannya, terlebih lagi jika dia mengaku sebagai ahlus sunnah. Karena konsekwensi utama seorang yang mengaku mencintai beliau shallallahu alaihi wa sallam adalah selalu berusaha mengikuti semua petunjuk dan perbuatan beliau shallallahu alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman,“Katakanlah Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah sunnah/petunjukku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” Ali Imran31. Imam Ibnu Katsir, ketika menafsirkan ayat ini berkata, “Ayat yang mulia ini merupakan hakim pemutus perkara bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah, akan tetapi dia tidak mengikuti jalan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, maka dia adalah orang yang berdusta dalam pengakuan tersebut dalam masalah ini, sampai dia mau mengikuti syariat dan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dalam semua ucapan, perbuatan dan keadaannya” Tafsir Ibnu Katsir 1/477. Kedudukan dan Keutamaan Sunnah Rasulullah dalam Islam Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yang berarti segala sesuatu yang bersumber dari Beliau, baik ucapan, perbuatan maupun penetapan beliau. Semua hal tersebut memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam, karena Allah Ta’ala sendiri yang memuji semua perbuatan dan tingkah laku Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dalam firman-Nya, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak/tingkah laku yang agung” al-Qalam4. Ayat yang mulia ini ditafsirkan langsung oleh istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ummul mu’minin Aisyah radhiyallahu anha, ketika beliau ditanya tentang ahlak tingkah laku Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau menjawab, “Sungguh akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah al-Qur’an“ Muslim. Demikian pula dalam firman-Nya Ta’ala, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan balasan kebaikan pada hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” al-Ahzaab21. Ayat yang mulia ini menunjukkan kemuliaan dan keutamaan besar mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, karena Allah sendiri yang menamakan semua perbuatan Rasulullah sebagai “teladan yang baik”, yang ini menunjukkan bahwa orang yang meneladani sunnah Rasulullah berarti dia telah menempuh ash-shirathal mustaqim jalan yang lurus yang akan membawanya mendapatkan kemuliaan dan rahmat Allah Ta’ala Tafsir As-Sa’di 481. Karena agung dan mulianya kedudukan sunnah inilah, sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan anjuran khusus bagi orang yang selalu berusaha mengamalkan sunnah beliau, terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“ Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Albani. Bahkan para ulama menjelaskan bahwa orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan mendapatkan dua keutamaan pahala sekaligus, yaitu keutamaan mengamalkan sunnah itu sendiri dan keutamaan menghidupkannya di tengah-tengah manusia yang telah melupakannya. Semangat Para Ulama Ahlus Sunnah dalam Meneladani Sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam Para ulama Ahlus sunnah adalah sebaik-baik teladan dalam semangat mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sampai dalam masalah yang sekecil-kecilnya, dan karena inilah Allah Ta’ala memuliakan mereka. Sampai-sampai imam Sufyan bin Sa’id ats-Tsauri dalam ucapannya yang terkenal pernah berkata, “Kalau kamu mampu untuk tidak menggaruk kepalamu kecuali dengan mencontoh sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam maka lakukanlah!” Dinukil oleh imam al-Khatib al-Baghdadi dalam kitab “al-Jaami’ li akhlaaqir raawi” 1/216. Demikian pula ucapan imam Amr bin Qais al-Mula’i beliau adalah imam yang sangat terpercaya dalam meriwayatkan hadits Rasulullah, “Kalau sampai kepadamu suatu kebaikan dari sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam maka amalkanlah, meskipun hanya sekali, supaya kamu termasuk orang-orang yang mengerjakannya” Al-Jaami’ li akhlaaqir raaw 1/219. Bahkan semangat dalam mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam inilah yang menjadi ukuran kebaikan seorang muslim menurut para ulama tersebut. Oleh karena itulah, para ulama Ahlus sunnah sangat mengagungkan dan memuji orang yang semangat menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan pujian yang setinggi-tingginya. Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Tidaklah aku menulis sebuah hadits dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam kecuali aku telah mengamalkannya, sehingga ketika sampai kepadaku hadist Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau shallallahu alaihi wa sallam pernah berbekam dan memberikan upah satu dinar kepada Abu Thaibah tukang bekam, maka ketika aku berbekam aku memberikan upah satu dirham kepada tukang bekam” Al-Jaami’ li akhlaaqir raawi 1/220. Ini semua karena mereka memahami dengan yakin bahwa orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling banyak mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam dirinya. Hal ini disebabkan karena pada masing-masing petunjuk yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ada satu bagian dari kebaikan, yang ini berarti semakin banyak seseorang menghimpun kebaikan tersebut dalam dirinya, maka semakin sempurna pula keimanannya Al-Fawa-id 121. Inilah yang diisyaratkan dalam firman Allah Ta’ala, “Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi kemaslahatan/kebaikan hidup bagimu” al-Anfaal24. Peringatan dan Nasehat Penting Jika kita membandingkan sikap para ulama Ahlus sunnah di atas dengan sikap sebagian dari orang-orang muslim zaman sekarang, maka kita akan mendapati perbedaan yang sangat jauh sekali. Karena orang-orang muslim zaman sekarang hanya mau mengikuti sunnah dan petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hal-hal yang wajib saja. Adapun anjuran dan adab-adab beliau lainnya, maka mereka sama sekali tidak semangat meneladaninya. Bahkan sebagian dari mereka, jika dihimbau untuk melaksanakan satu sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ada yang berkata, “Itu kan hanya Sunnah,Kalau hanya anjuran kan tidak berdosa jika ditinggalkan…”. Dalam semangat mengejar keutamaan dan meraih pahala dari Allah Ta’ala, tentu kita tidak membeda-bedakan antara amalan yang wajib dengan amalan yang bersifat anjuran, dan berusaha untuk mengerjakankan semua amalan yang dicintai oleh Allah Ta’ala melalui petunjuk Nabi-Nya. Imam al-Qurthubi berkata, “Barangsiapa yang terus-menerus meninggalkan sunnah-sunnah rasulullah shallallahu alaihi wa sallam maka ini menunjukkan kekurangan kelemahan/celaan dalam agamnya. Apalagi kalau dia meninggalkan sunnah-sunnah tersebut karena meremehkan dan tidak menyukainya, maka ini kefasikan rusaknya iman, karena adanya ancaman dalam sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang membenci sunnah/petunjukku maka dia bukan termasuk golonganku“ Bukhari. Dulunya para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan orang-orang yang mengikuti petunjuk mereka tidak membeda-bedakan kedua jenis amalan tersebut dalam semangat meraih pahala dan keutamaannya. Dan tujuan para ulama ahli fikih dalam membedakan kedua jenis amalan tersebut dalam masalah hukum karena berhubungan dengan konsekwensi yang harus dilakukan, berupa wajibnya mengulangi perbuatan tersebut atau tidak, dan wajib atau tidaknya memberikan hukuman karena meninggalkannya” Fathul Baari” 3/265. Semoga Allah senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk selalu berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sampai di akhir hayat kita, aamiin. Penulis Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MAMurajaah Ustadz Abu Salman, BA
GAMBARAN mengenai keutamaan hari ini dan keutamaan hari Jumat sangat penting bagi umat Nabi Muhammad sebagaimana Rasul memiliki peran besar memikul akidah Islam yang menjadi bekal kaum muslim. Penjelasan mengenai hal itu pun dibahas dalam surat ke-62 yakni Al-Jumu'ah, yang berarti Hari Jumat, dalam Tafsir Al-Mishbah episode 18. Diawali dengan ayat pertama membahas tentang tasbihnya langit dan bumi kepada Allah, ayat selanjutnya membahas mengenai pengutusan Nabi Muhammad untuk mengajarkan bangsa Arab yang masih buta huruf agar bisa membaca dan menulis. Ayat ini menyatakan Nabi Muhammad yang berasal dari masyarakat Arab yang diutus untuk memberikan tuntunan ajaran kepada kaum ummiyin atau kaum buta huruf. Kata ummiyin adalah bentuk jamak dari kata ummiyy dan terambil dari kata umm atau ibu dalam arti seorang yang tidak pandai membaca dan menulis. Seakan-akan keadaanya dari segi pengetahuan sama dengan keadaanya ketika dilahirkan oleh ibunya atau sama dengan keadaan ibunya yang tak pandai membaca dan menulis. Allah menyampaikan tuntunan melalui Alquran yang dibawa Nabi Muhammad. Nabi Muhammad diutus karena memang ia pilihan yang bisa berkomunikasi dengan Allah. Manusia selalu ingin tahu, sejak dulu banyak pertanyaan muncul dan sebagian pertanyaan tidak dapat jawaban sehingga agama yang dibawa Rasul melalui tuntunan Allah datang memberi jawaban. Manusia itu makhluk sosial yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Laut lebih luas dari pada daratan, kebutuhan manusia lebih banyak daripada kemampuannya. Dalam diri manusia ada egoisme sehingga perlu diatur karena manusia, masing-masing memiliki kepentingan. Analoginya di jalan raya yang semuanya ingin cepat sampai tujuan. Jika dibiarkan, bisa tabrakan. Maka harus ada polisi lalu lintas untuk mengatur, yang paling tidak punya dua syarat, yakni tidak memiliki kepentingan dan memilki pengetahuian dalam konteks pengaturan jalan. Yang mengatur lalu lintas kehidupan manusia ialah yang paling tahu dan tidak memiliki kepentingan. Allah SWT. Bukan Nabi Muhammad, karena ia juga manusia. Allah yang memberi tahu Nabi Muhammad. Lahirlah ketentuan-ketentuan agama. Terkadang kita disetop, ada yang dilarang, demi kemaslahatan kita. Ada yang dibolehkan, dan yang harus dilakukan. Ini agama, dan karena tidak semua manusia dapat berhubungan dengan Allah, maka Dia memilih rasul-Nya. Nabi Muhammad adalah rasul terakhir, sedangkan ulama-ulama, cendekiawan bertugas sebagai ahli waris Nabi yang menyampaikan. Pesan penting tentang tauhid dan semua petunjuk Allah ditujukan kepada seluruh umat manusia agar tidak tersesat. "Nabi Muhammad diutus untuk memperkenalkan, menanamkan keyakinan keesaan Tuhan, bukan untuk mengenalkan wujud Tuhan," lanjutnya. Pengutusan tersebut adalah karunia dari Allah untuk memuliakan para hamba yang dipilih-Nya, dan hanya Allah-lah pemilik karunia yang agung. Wan/H-3
dengan mengikuti tuntunan rasul manusia akan